Kata bang Einstein "Rasa takut yang membabi buta adalah musuh terbesar kebenaran..."
dan,
Hari ini...
Bukan untuk kebenaran atau apapun
Takut itu ada..
dan harus ada
Takut itu yang membuktikan,
Bahwa darah ku masih mengalir...
#LangitKeTiga
#BumantaraTraya
a reading that is not simple, irregular, and non formal .. against the flow of universal ideas, writing clumps which reflect the author's personality .. rigor read is required before confirming the truth of an idea in it..
Saturday, May 10, 2014
Sunday, May 4, 2014
Mendouksai
Siapa bilang langit itu tanpa batas?
Bagi orang seperti ku langit sama luasnya dengan kelopak..
Siapa bilang gunung-gunung itu tinggi?
Dipuncak sana, gunung lebih rendah dari telapak...
Siapa bilang bumi ini luas?
Menjalaninya, hanya membuatku tiba di titik awal...
Lagi... lagi...
dan lagi-lagi.......
Aku, tidak akan terjebak...
Aku tidak ingin tersesat...
Seharusnya yang kudapati dari hidupku sendiri,
bukan sekedar yang mampu kucerna saja..
seharusnya lebih dari itu..
Kenapa harus ada batasan?
Aku hanya akan percaya pada apapun yang mampu kuraih,
yang mampu menerimaku..
itu lebih baik dari sekedar,
berharap dari mimpi dan imajinasi, membodohi diri dan berpaling..
menunggu dengan pura-pura sabar...
Aku paling tidak mampu merelakan palsu membungkus karakter asli di diri ku..
aku tidak mungkin merubah cara pandang ku,
mengganti baju rombeng faforit ku dengan glamor dan blinking stuf,
atau bersolek hingga bedak sama tebalnya dengan daki....
Tidak akan pernah ada pura-pura dalam hidup ku..
Melarat ku jalani, gembel jadi profesi,
ANTI BASA-BASI...
Bukan karna tidak mau...
Tapi memang tidak mampu...
dan lebih dari segalanya...
Aku paling tidak bisa menerima,
Orang-orang yang rajin mencaci...
Tapi saat di tegur tentang solusi..
Mereka berpaling dan menyombongkan diri..
Seolah hanya mereka saja yang benar...
Sampai kapan akan seperti ini..??
Terserah lahh....
Kalian saja yang diskusi..
Anggap saja aku buta, bisu, tulu atau apalahh...
aku hanya...
PEMALAS YANG TIDAK AKAN PERNAH MEMIKIRKAN APAPUN YANG MEREPOTKAN...
Bagi orang seperti ku langit sama luasnya dengan kelopak..
Siapa bilang gunung-gunung itu tinggi?
Dipuncak sana, gunung lebih rendah dari telapak...
Siapa bilang bumi ini luas?
Menjalaninya, hanya membuatku tiba di titik awal...
Lagi... lagi...
dan lagi-lagi.......
Aku, tidak akan terjebak...
Aku tidak ingin tersesat...
Seharusnya yang kudapati dari hidupku sendiri,
bukan sekedar yang mampu kucerna saja..
seharusnya lebih dari itu..
Kenapa harus ada batasan?
Aku hanya akan percaya pada apapun yang mampu kuraih,
yang mampu menerimaku..
itu lebih baik dari sekedar,
berharap dari mimpi dan imajinasi, membodohi diri dan berpaling..
menunggu dengan pura-pura sabar...
Aku paling tidak mampu merelakan palsu membungkus karakter asli di diri ku..
aku tidak mungkin merubah cara pandang ku,
mengganti baju rombeng faforit ku dengan glamor dan blinking stuf,
atau bersolek hingga bedak sama tebalnya dengan daki....
Tidak akan pernah ada pura-pura dalam hidup ku..
Melarat ku jalani, gembel jadi profesi,
ANTI BASA-BASI...
Bukan karna tidak mau...
Tapi memang tidak mampu...
dan lebih dari segalanya...
Aku paling tidak bisa menerima,
Orang-orang yang rajin mencaci...
Tapi saat di tegur tentang solusi..
Mereka berpaling dan menyombongkan diri..
Seolah hanya mereka saja yang benar...
Sampai kapan akan seperti ini..??
Terserah lahh....
Kalian saja yang diskusi..
Anggap saja aku buta, bisu, tulu atau apalahh...
aku hanya...
PEMALAS YANG TIDAK AKAN PERNAH MEMIKIRKAN APAPUN YANG MEREPOTKAN...
Saturday, May 3, 2014
Rupa tidak sama dengan Wajah
Perbedaan makna rupa dan wajah yang saya pahami dari Al Qur'an sangat penting. Kesalahan dalam memaknai Qur'an bisa berakibat fatal, akan sulit sekali bagi ide tentang kebenaran untuk menembus tembok 'kesalah pahaman' mengenai Al Qur'an khususnya tentang Rupa dan Wajah yang di maksud oleh Allah SWT.
Subscribe to:
Posts (Atom)