Perbedaan makna rupa dan wajah yang saya pahami dari Al Qur'an sangat penting. Kesalahan dalam memaknai Qur'an bisa berakibat fatal, akan sulit sekali bagi ide tentang kebenaran untuk menembus tembok 'kesalah pahaman' mengenai Al Qur'an khususnya tentang Rupa dan Wajah yang di maksud oleh Allah SWT.
أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَـٰهِلِينَ
بسم الله الرحمان الرحيم
لا عزة إلا بالإسلام
لا إسلام إلى بالسيراه
لا سيريئة إلا بالدولة خلافة ألا منهاج النبوة
الحمد لالله لذي ارسلا رسوله بالحدا ودينل حق ليذهيرهو ألدين كلهي ولو كرحل مسركون ولو كرحل منافقٌ ولو كرحل كافرون وكفا بالالله شهيداً
أشحد عن لا الله إلا انتا سبحانك لا الم لنا إلا ما المتنا ,انك انتا الأليمٌ الحكيمٌ ,فقنا عذاب النار
وأشحد أن محمداً عبدهو ,ورسوله و ,ولا نبي بعد
بسم الله الرحمان الرحيم
لا عزة إلا بالإسلام
لا إسلام إلى بالسيراه
لا سيريئة إلا بالدولة خلافة ألا منهاج النبوة
الحمد لالله لذي ارسلا رسوله بالحدا ودينل حق ليذهيرهو ألدين كلهي ولو كرحل مسركون ولو كرحل منافقٌ ولو كرحل كافرون وكفا بالالله شهيداً
أشحد عن لا الله إلا انتا سبحانك لا الم لنا إلا ما المتنا ,انك انتا الأليمٌ الحكيمٌ ,فقنا عذاب النار
وأشحد أن محمداً عبدهو ,ورسوله و ,ولا نبي بعد
Bagi saya Allah itu tidak membutuhkan identitas fisik...
Yang mampu di cerna oleh indera Makhluk Ciptaan atau pun yang berada di luar jangkauan akal fikiran makhluk.
Allah itu...
Bukan objek imaginer.
Makhluk ciptaan manapun tidak akan mampu menggambarkan Allah sebagai tuhan dalam bentuk pasti dan tetap di dalam ruang imajinasi, apapun itu.
Sedikit contoh..
Tuhan-tuhan yang lain selain Allah dalam berbagai Kepercayaan. Sebagian besar dari mereka di gambarkan dalam berbagai kisahnya masing-masing kedalam bentuk Manusia atau sedikit mirip dengan manusia (kadang ada tambahan yang aneh-aneh sehingga Mereka terlihat lebih aneh dari alien). Yang membuat kisah-kisah itu sendiri sudah tentu MANUSIA yang memiliki kemampuan imajinasi di atas rata-rata (dengan kata lain kelewatan). Jika saja hewan dan tumbuhan mampu membayangkan tuhan dalam versi mereka sendiri. Kisah tuhan-tuhan (imajinatif) ini tentu akan di penuhi Binatang dan Pohon.
Contoh kecil yang lain....
Sebagian yang lainnya di gambarkan oleh orang-orang ini dalam bentuk yang berbeda. Lebih tepatnya tuhan-tuhan imajinatif ini digambarkan memiliki kemampuan menakjubkan, yaitu bertransformasi kedalam wujud yang aneh-aneh (lebih jago dan lebih canggih dari decepticon). Bisa di bayangkan jika saja seseorang yang denga cerobohnya salah menyembelih calon makan malamnya, BISA-BISA TUHAN BERAKHIR DI ATAS WAJAN DENGAN MULUT MENGANGA DAN LIDAH MENJULUR.
Lain lagi dengan...
Penghujat..
Pendusta...
dan saudara sekarungnya yang lain...
Menuduh Allah dengan tuduhan yang aneh-aneh, sebagai tuhan yang tidak ada alias nonsence dikarenakan Allah tidak dapat di temui dan sulit untuk di cerna eksistensinya. Padahal Allah tidak perlu identitas fisik untuk memberitahu Makhluk ciptaan bahwa Ia ada.
Perumpamaan yang paling sederhana saja sudah cukup. Rumput hijau yang dimakan oleh hewan ternak berubah busuk dan menjijikkan keluar dari duburnya. Siapa yang memberitahu organ pencernaan hewan untuk berkerja hingga bisa seperti itu? Siapa yang menjadikan kotoran (maaf; Tahi)yang asalnya adalah rumput hijau setelah melewati proses pencernaan berubah menjadi sebegitu menjijikknanya? Penghujat, Pendusta dan saudara-saudara sekarungnya yang lain tidak pernah kehabisan akal. "memang begitu dari sononya..." yang paling bodoh dari mereka akan berkata demikian. Atau "Itu hanya kebetulan..." yang jeniusnya kelewatan diantara mereka (sok tau) akan berkata demikian. Sedangkan yang berakal rata-rata diantara mereka berkata "tanya sendiri sama sapi..."
Mereka yang memandang Allah sebagai musuh cenderung menolak membahas apapun yang tidak mampu di cerna oleh akal mereka sendiri. Sementara Allah telah meninggalkan remah-remah petunjuk bagi mereka yang mengejar kebenaran dengan akal dan iman. Bahkan di akhirat kelak ada bonus bagi orang-orang berakal yang menggunakan akalnya dalam rangka kebenaran dan mereka terus tsiqqah di dalammnya meskipun tiang gantungan memanggil-manggil dengan lebaynya dari kejauhan.
Didalam islam sendiri...
Musuh-musuh Allah ini berhasil mengacaukan akal dari sebagian orang-orang mukmin. Mereka mengajukan beragam pertanyaan (yang seolah-olah) logis, membubuhinya dengan kalimat-kalimat Allah. Sehingga orang-orang berakal yang tadinya beriman berubah ragu dan bimbang, menimbang-nimbang eksistensi Allah sebagai tuhan. Percaya atau tidak, sejak Kemuliaan Islam secara konstitusional di runtuhkan (1924 Turki) sampai hari ini pembodohan ummat terus di gulirkan. DAN MEREKA BERHASIL.... atau kurang lebih begitu.. ;p
Sedikit yang saya (penulis) ketahui tentang ini. Mengangkat satu dari sekian banyak pertanyaan pertanyaan mereka tentang Allah. Inilah penjelasan saya berdasarkan apa yang saya pahami tentang Allah SWT. Dan tentu saja apa yang saya pahami sekaligus juga yang saya jelaskan belum tentu menyentuh Semesta Kebenaran yang sebenarnya (dengan kata lain belum tentu benar ;p....).
Musuh-musuh Allah yang pernah saya temui sepanjang perjalanan hidup saya pernah ada yang bertanya "Bukankan dalam surat Al Qashash 88 dan Ar Rahman 27 terdapat pernyataan dari tuhanmu bahwa SEMUA PASTI BINASA KECUALI WAJAH ALLAH. Bukankah ini berarti tuhan mu punya wajah, emangnya tuhan mu itu cantik atau ganteng...?"
Catatan PENTING untuk kalian yang masih betah membaca tulisan ini :
Salah menjawab pertanyaan ini bisa berakibat fatal, kerusakankerusakan iman secara sistemik dan terstruktur yang di sertai dengan pembodohan publik tidak akan bisa di cegah lagi.
Sayangnya banyak diantara orang-orang yang di tinggikan derajadnya di tengah masyarakat sosial justru terlibat di dalamnya. NAUDZUBILLAH...
untuk lebih jelasnya perhatikan kutipan-kutipan ayat dibawah ini :
Al Qashash ayat 88
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
yang artinya :
"Janganlah kamu sembah di samping [menyembah] Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Wajah-Nya [Allah]. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
dan, Ar Rahman 27
وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
yang artinya :
"Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."
Kata Wajah (Wajhu) ada di masing-masing kedua ayat di atas. tetapi wajah yang di maksud di sini Bukanlah identitas fisik Allah sebagai Tuhan untuk membuktikannya perhatikan ayat-ayat yang lainnya tentang wajah sebagai identitas fisik.
Al Baqarah 112
بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
yang artinya :
"bahkan barang siapa yang menghadapkan wajah kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak [pula] mereka bersedih hati."
dan, Al Baqarah 115
وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
yang artinya :
" kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas [rahmat-Nya] lagi Maha Mengetahui."
dan, Al Baqarah 144
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَا
...
...
yang artinya :
" sungguh Kami [sering] melihat wajah mu menengadah ke langit [4], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai....."
Terlihat dengan sangat jelas di sini bahwa wajah yang di maksudkan disini adalah berupa arah pandang dan bukan identitas fisik Allah. Jika masih belum jelas perhatikan ayat-ayat lainnya lagi.
Ghafir 64
ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَڪُمُ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارً۬ا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً۬ وَصَوَّرَڪُمۡ فَأَحۡسَنَ صُوَرَڪُمۡ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِۚ ذَٲلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّڪُمۡۖ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
yang artinya :
"Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam."
dan, At Thaghabun 3
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
yang artinya :
" Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu)."
dan, Al Hasr 24
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
yang artinya :
" Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Yang memiliki makna Rupa (suwaraa') dalam surah Ghafir ayat 64 dan At Thaghabun ayat 3 atau yang memiliki makna Yang Membuat Rupa (Al Mushawwiru) dalam surah Al Hasr ayat 24 menjelaskan bahwa Rupa (suwara') adalah Ciri fisik yang di ciptakan Allah Yang Membuatkan Rupa (Al Mushawwiru). Sedangkan Wajah (Wajhu / Wajhya) dalam surah Al Qashash ayat 88 dan Arrahman ayat 27 serta surah Al Baqarah 112, 115 dan 144 menegaskan Allah sebagai Arah Pandang Yang Benar (dan Tidak Menyesatkan) bagi siapapun yang mencari Kebenaran.
Pendusta dan Penghujat....
Identitas fisik makhluk ciptaan adalah Rupa tidak sama maknanya dengan wajah sebagai arah pandan kebenaran yang hanya milik Allah saja seperti yang di terangkan di dalam Ayat-ayatnya yang tersusun rapih.
ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ
بِأَييِّكُمُ الْمَفْتُونُ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ
بِأَييِّكُمُ الْمَفْتُونُ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ