ead>

Just for Truth finder

Just for Truth finder
This blog had been conquered by Khilafah

Sunday, September 4, 2022

Orang gila

 Semua yang berakal pasti pernah melihat orang gila, yang sama bernafas seperti mereka yang normal, menikmati panas aspal dan tajamnya kerikil dengan atau tanpa sandal, yang juga sama bersenandung lagu merdeka tanpa harus ada judul dan arranger. Lebih penting lagi, yang menurut ku yang paling normal dari semua makhluk superior di muka bumi, sebab mereka tak pernah membatasi akal dari apapun. 


They think...

But not what u think...

They feel..

But not as u feel...


They existed...

But they just don't need anyone to admit..


Mereka menolak uniformalitas yang menyempitkan pribadi tentang apa itu normal....

Its me... not u dude...


Sayangnya....

Orang-orang normal merasa berhak untuk memegang kendali. Seolah 'orang gila' adalah hama yang perlu di kendalikan. Dan perlu isolasi massal di balik pagar... Mereka bukan hewan yang perlu kandang...


What is normal by the way......?

Whats the point....???


Haruskah ku letakkan mahkota perlawanan di kepalaku agar kata dari ku cukup sampaikan makna kesegala arah??? Atau haruskah kedua tapak kakiku melayang di udara agar semua orang berpihak padaku?? Manusiawi sekali jika manusia ketakutan pada apa yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Termasuk pada manusia yang tak sejalan dengan 'normal yang disepakati'.


Inilah kata dari ku....

Setelah sekian waktu ku tinggalkan jalan ninja ku...

Dalam cerita ku sendiri...

Dalam peran ku sebagai 'orang gila'...



Friday, August 14, 2020

Orang-orang gila

Sudah cukup lama tidak menulis di blog ini. Blog ku memang hanya yang satu ini, kepala yang isinya masih berguna juga hanya satu. Itu pun belakangan sulit mendapatkan ide sinting seperti yang sebelum-sebelumnya. 

Ada banyak hal yang terjadi belakangan ini. Hal-hal gila yang menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa bumi (planet paling bebas di semesta raya) mayoritas dihuni oleh orang-orang gila. Society mainstream yang menyepakati ke-tidak waras-an sebagai hal wajar dalam tatanan hidup mereka. Ini semua ku amati sejak blog ini masih dalam bentuk protein di dalam kepala ku. Mungkin inilah yang menyadarkan ku bahwa menjadi sinting di tengah masyarakat mainstream tidak seburuk yang ditakuti orang-orang normal. Perjalanan akal yang ku mulai dengan satu kejadian saat usia ku belasan. 

Yang satu angkatan umur dengan ku seharusnya paham.

Sekolah menengah pertama adalah 'kebun binatang' tempat ku dijemur sampai kering dibawah terik matahari, sampai matahari di atas kepala hormat bendera selepas bolos di hari senin, separuh laki-laki di kelas berjemur setelah memeriahkan suasana memecahkan kaca jendela, memprovokasi yang seangkatan mengeroyok penyusup yang memukul guru bahasa. Dan sekian banyak cerita hingga kami lulus uji nyali sebelum memulai masa 'dewasa'. Semua tempaan itu yang membuat ku paham, pendidikan bukan membentuk akal tapi menyempurnakan pribadi. Sayangnya, justru dimasa itulah kejadian kecil selalu berulang. Kami laki-laki pelajar yang kebetulan muslim bahkan pernah mengajukan protes. Celana seragam untuk laki-laki justru terlalu pendek dan tidak menutupi batas aurat alias di atas lutut. Jawaban guru agama saat itulah yang menunjukkan pada ku, betapa sintingnya penghuni bumi. "Itu aturan agama nak... Selama di sekolah ikuti aturan sekolah" katanya. Bahkan semua pelajar laki-laki yang menunjukkan protes dengan celana melewati lutut justru diguntingnya. Belum lagi anak-anak perempuan yang uang jajannya jauh lebih banyak dari anak laki-laki. Uangnya habis hanya untuk membeli pakaian mahal yang mempertontonkan lebih dari 60 persen kulitnya sendiri. Untuk dipake hangout katanya. Padahal ya... Mereka muslimah...

Syukurlah jaman ku adalah yang terakhir. Adik-adik penerus tidak mengalaminya, jangan sampai...

Berangkat dari hal kecil itu ku amati dunia. Berinteraksi dengan beragam warna kepribadian penghuninya. Membidik dari jauh hanya untuk melihat dan mengamati interaksi antar jiwa. Bumi ini benar-benar menderita. Sangat kesakitan. Digerogoti oleh masyarakat mainstream dengan kesepakatannya yang sinting.

Benar kata babang Albert Einstine yang menyederhanakan teori atom dan meninggalkan jejak teori fotoelektris, pembelokan cahaya beserta buktinya setelah perang dunia kedua, bahkan pernah di tawari jabatan presiden pertama israel tapi ditepis dengan sarkasme khas sains "politik itu hanya seputar dunia, ilmu pengetahuan dan imajinasi itu melampaui alam semesta". Beliau pernah membuat pernyataan yang ku buktikan sendiri "orang-orang waras di dunia yang menyedihkan yang di penuhi mayoritas orang-orang sinting. Adalah yang paling sinting di tengah-tengah mereka.". Atau jika ku sederhanakan, mereka yang berseberangan dengan nilai-nilai wajar yang di sepakati tanpa mempertimbangkan kewarasan dan akal budi. Belum tentu mereka gila, bisa jadi merekalah yang paling waras.

Ini tulisan ku....
Jika tak suka ludahi saja...
Atau hina...
Dengan bahasa binatang kalau perlu...

Apapun itu..
Bukan urusan ku..

Saturday, April 28, 2018

Pemblokiran Layanan Jaringan Social oleh Pemerintah

Pemerintah indonesia kini memiliki regulasi yang memungkinkan pemblokiran terhadap layanan jaringan terhadap penyelenggara jaringan media social manapun yang tidak dapat menjamin keamamanan data informasi pribadi pengguna. Juga terhadap penyelenggara jaringan media social yang tidak mampu menanggapi dan memenuhi rekomendasi hukum otoritas pemerintahan dan perangkat pemerintah negara-negara di dunia, terkait penanganan dan pencegahan aktivitas pelanggaran hukum yang bersifat cyber-crime. Namun, sebelum menjlaskan ini penulis ingin memperkenalkan hukum legal yang di terapkan di social media. dalam hal ini penulis mengambil facebook sebagai contoh, mengingat selain banyaknya aktivitas pelanggaran hukum (cyber-crime) berkaitan dengan facebook juga adanya event / kejadian istimewa yang sempat menjadi masalah serius antara pemerintah dengan penyelenggara facebook (Mark Zuckerberg) menjadi trending topick di tengah jagad social di dunia maya khususnya pengguna-pengguna social media facebook di indonesia. (link terkait Undang-undang yang dimaksud akan di sertakan di bahagian bawah tulisan ini) ...

Thursday, March 15, 2018

Tersanka MCA itu Cracker groupies

"...Peretas (Hackers) memiliki konotasi negatif karena kesalah-pahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker. Cracker-lah yang menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers....."**

Friday, March 2, 2018

The Humilliated Disarmed Army

Orang-orang (yang katanya anggota) MCA telah tertangkap beberapa hari  sebelum tulisan ini di terbitkan. Dan banyak yang terlanjur tergabung bersama dalam satu wadah MCA yang ketakutan, dan tentu ada juga yang kalap. Namun, justru yang teringat oleh ku (penulis) adalah manivesto The Mentor. Maka dengan sedikit ubahan dan ku sesuaikan dengan kejadian ini lanjutkan membaca hingga selesai..........................