ead>

Just for Truth finder

Just for Truth finder
This blog had been conquered by Khilafah

Sunday, June 18, 2017

Identitas dan Ideologi Politik

"Politik berideologi yang mengabaikan identitas adalah penghianatan terburuk terhadap ideologi politik sekaligus juga penghinaan bagi kedaulatan rakyat yang merdeka.." #Penulis

Monday, May 29, 2017

Iman mu Warisan atau karena Tuhan

Iman tak dapat di warisi..
Oleh seorang ayah yang bertaqwa..
Ia tak dapat di jual beli..
Ia tiada di tepian pantai..

(sepenggal lyrik : Iman mutiara Oleh Raihan)

Lagu ini dahulu sempat di populerkan oleh satu dari banyak kelompok nasheed bernama Raihan. Jaman sekarang mungkin tidak terdengar lagi, tapi sangat korelatif dengan keadaan sekarang. Ketika Iman dianggap warisan seolah tak ada pilihan lain selain menjalankan tradisi dalam keluarga ataupun lingkungan tempat kita tinggal. Dan bahwa ikan air asin tidak mungkin hidup lama di air tawar, karna tradisinya memang begitu. Banyak yang lupa meski tanpa iman seseorang masih punya peluang hidup yang sama besarnya dengan mereka yang punya iman. Tetapi tanpanya tak akan ada ketenangan sejati, tak akan beda air tawar dan asin.

Bagaimana pun ikan tetaplah ikan, selama itu air mereka akan bertahan dan berusaha berenang. Hidup lama atau sebentar bukan persoalan. Tapi bagaimana hidup itu di habiskan itu yang jadi persoalan, toh ikan tidak tahu mana tawar mana asin. Ketika iman hanya warisan, maka dimanakah batasan kebenaran. Tuhan mana yang dengan namanya nafasmu berhembus. Dan tuhan mana yang dengan kehendaknya jantungmu berhenti berdetak. Tuhan mana yang menghakimi usiamu.....

Setiap agama memiliki tokoh sembahannya masing-masing, konsep menyembah yang tidak berubah dari generasi ke generasi, dan batasan kebajikan yang di kumandangkan di podium ibadah masing-masing. Perbedaannya nyaris tidak nampak. Jika yang di telisik adalah ajarannya, semua agama tampak sama. Jika itu tuhan persoalannya jadi berbeda.

Dengan islam penulis mendapatkan lebih dari sekedar ketenangan. Kenyataan di balik sekian banyak relatifitas atau mungkin semuanya nampak dengan sangat jelas. Mengutip pernyataan banyak pemikir islam, bahwa apapun pertanyaannya mulailah dari Al-Qur'an itu sama sekali tidak salah. Seluruh manusia di muka bumi telah memahami bahwa kitab suci agama manapun wajib untuk di hargai sebagai firman dari tuhan-tuhan tertentu (pengecualian khusus bagi atheis), terlebih apapun yang terkait dengan Al-Qur'an kitab sucinya Muslim di seluruh permukaan bumi. Tidak ada revisi, tidak ada versi anu dan itu, tidak ada perbedaan sedikitpun antara Al-Qur'an di tangan saya dengan Al-Qur'an manapun di belahan bumi manapun. Dan bahkan bocoran yang pernah di ucapkan seorang pemalsu Al-Qur'an yang kemudian masuk islam, bahwa tidak pernah ada Al-Qur'an palsu yang bisa bertahan lebih dari satu bulan tanpa ketahuan. Maka sampai di titik ini islam akan menjadi agamaku, satu ajaran kehidupan yang mengubah ku dan tak dapat dirubah kecuali oleh tuhan sendiri.

Sentilan baru kudapatkan baru-baru ini, yang sebenarnya jawabannya telah kudapatkan entah sejak kapan. Seorang penulis menuliskan di satu media yang di dalam tulisannya bisa di simpulkan, penulisnya beranggapan bahwa iman itu warisan. Saya berpendapat orang ini mungkin sudah gila. Iman setahu saya (penulis di blog ini) adalah instrumen hati yang hanya bisa di tujukan kepada sesuatu yang di sembah saja. Semua yang layak di sebut manusia memilikinya sejak lahir dan akan seperti itu sampai mati (InsyaAllah). Dan jika yang di maksud di sini adalah Tuhan. Maka saya kira ini keterlaluan. MANA BISA TUHAN JADI WARISAN ?? jika ini di biarkan dikhawatirkan tuhan akan berakhir dalam sengketa TUHAN WARISAN. Bukankah bertuhan itu harus dalam koridor pemahaman yang benar. Tentang Apa itu tuhan? Yang mana yang di sebut Tuhan? Bagai mana memperlakukan tuhan? Dan bagaimana membuktikan semua itu? Bukan dengan pemahaman buta alias asal telan saja!!!!

Bagi seorang muslim sepengetahuan saya, PERCUMA BERISLAM JIKA MASIH BELUM PAHAM KENAPA HARUS ALLAH YANG JADI SEMBAHAN...

Saturday, May 27, 2017

Tikai di meja Petaruh

Kartu-kartu di edarkan..
keping taruhan di gadaikan..
Setiap peluang jadi rebutan..
Bawa pulang petaka kemenangan....

Sunday, April 30, 2017

Madzhab (dari Kawan)

Dengan atau tanpa persutujuan dari penulis aslinya di bawah ini adalah hasil temuan saya dari postingan kawan di facebook. Meski begitu yang punya akun sudah saya konfirmasi soal kopi dan paste...

Saturday, April 8, 2017

Svah Dusana

Suara Rakyat Suara tuhan..
Hamba tuhan dilarang berisik..
Konstitusi penuh godaan setan..
Jangan bawa tuhan dalam politik.

Kesalah pahaman bisa terjadi jika kata di baca dan makna di lupa.

Friday, March 3, 2017

where the world is

Dunia adalah suatu tempat yang dapat di isi. Dunia adalah arah, yang di jalani untuk suatu tujuan atau pun di saat tersesat. Dunia adalah kondisi yang membuat mu nyaman, aman, di cintai, ketakutan, tertipu, membenci atau di benci. Masih banyak sensasi lainnya yang membuat mu percaya bahwa begitulah seharusnya dunia bergerak. Sebuah pengakuan menyesatkan tentang apa yang kita inginkan saja, bukan kebenaran yang seharusnya. Dunia juga adalah garis batas yang kadang jelas dan kadang abstrak. Memisahkan aku, dia, mereka, kita, kalian. Demi sempitnya perbedaan berfikir makhluk paling cerdas di planet bebas sekaligus puncak teratas dari rantai kehancuran semesta dengan sengaja saling memisahkan diri hanya karna yang lainnya meskipun dari jenis organisme yang sama namun berdiri di luar garis perbedaan, 'yang lain' bukanlah bagian dari dunia. Atau setidaknya 'kalian' tidak sama dengan 'kami' ataupun 'kita', sebuah sugesti sesat yang bertanggung jawab penuh atas hilangnya 'manusia' di tengah adab semesta. Dunia, hanyalah satu kata dari sekian banyak kata di dalam kamus dan sastra....