Apakah dunia itu ?
Yang manakah dunia?
Tidak ada definisi yang konsisten dan pasti untuk menjelaskan 'dunia' sebagai sebuah kata maupun istilah. Namun, bukan berarti tidak ada petunjuk bagi orang-orang yang berfikir dan berakal untuk memecahkannya. Dan bukan berarti Manusia sebagai makhluk primer yang berkehendak tidak dapat memutuskannya sendiri.
jadi...
yang manakah dunia....???
Jika kalian berdiri di satu titik yang cukup tinggi untuk memandang ke semua arah. Melihat semuanya hingga ke titik terkecil. Dunia akan menjadi satu kata yang membingungkan....
Tidak ada satu penjelasan konsisten tentang dunia....
Seperti kata Bang Albert Einstine, Dunia itu relatif.....
jadi...
Dunia mungkin sebuah Tempat.... atau mungkin Waktu
Meskipun hanya mungkin tapi entah bagaimana dunia bisa jadi adalah tempat kita dan makhluk hidup lainnya tinggal. Sesuatu yang tidak kekal, dibatasi oleh jarak, dan dipengaruhi oleh kekuatan lain yang tidak dapat dijelaskan. Lalu bagaimana dengan akhirat dan konsep kehidupan setelah mati yang sering sekali dikumandangkan di atas mimbar keagamaan. Apakah ini berarti ada dunia di sana? Dan fakta bahwa 'dunia yang itu' ada setelah kita mati bukankah itu berarti dunia bukanlah tempat melainkan waktu?
membingungkan....
Dan jika dunia itu waktu maka...
aku meninggalkannya kemarin...
atau mungkin sudah sampai sekarang...
dan bisa jadi belum sampai di besok....
Dunia bisa jadi adalah kondisi...
Masih mungkin....
Seperti kata orang-orang jaman dulu (yang hidup jauh sebelum saya ada) dan diteruskan hingga ke generasi sekarang. Kejarlah dunia mu tapi jangan lupa ilmu dan akhirat mu, dan saya (penulis) semakin bingung.
Tidak dapat saya bayangkan jika dunia ini memiliki kemampuan untuk berlari seperti ungkapan tadi. betapa lelahnya mengejar dunia....
Tapi penjelasan puopuler untuk unkapan tadi sedikit mengobati pusingnya saya. Dunia itu semua bentuk kesenangan yang ada sekarang. Dan setelah memikirkannya sejenak maka Dunia adalah sebuah kondisi yang menghadirkan sensasi tertentu bagi mereka yang hidup. Sayang sekali....
Pandangan sempit ini nyaris meracuni alam fikir di kepala saya...
Jika seperti ini kenyataanya maka tidak ada gunanya kambing, harimau dan kecambah-kecambah tauge....
percuma mereka memiliki nyawa dan hidup...
toh mereka tidak menikmatinya....
padahal mereka bisa jadi 'dunia' ....
Dunia adalah materi dan energi???
"Dunia adalah semua yang bisa kau lihat...."
Seorang senior pernah menyampaikan ini disatu kesempatan. Yang mana ia Berpendapat bahwa dunia adalah benda atau materi, dan lebih buruk lagi Energi dijadikannya tuhan hanya karena 'energi tidak dapat diciptakan hanya dapat di ubah bentuknya' (teori fisika tentang energi). Baru belakangan ini saya menemukan kebenaran di balik kesalah pandangan ini. Bahwa sangat celaka jika dunia hanya sebatas materi. Yang bisa ditangkap ileh panca indera itu terbatas. Yang mampu dikenali oleh akal juga sangat terbatas. Terlebih yang dapat diakui oleh hati dan perasaan manusia juga sangat sedikit. Bukankah perasaan dan hati itu bahagian dari manusia dan makhluk hidup lainnya. Hati dan perasaan juga menangkap banyak hal yang tidak berbentuk, berasa, berbau, berdentang, tidak panas atau pun dingin, dan tidak bertekstur (meskipun bukan indera). Hati dan perasaan menangkap semua hal yang tidak di kenali oleh panca indera. Semua hal yang bukan materi. Sensasi....
Ditambah lagi bahwa jika dunia adalah materi lalu kenapa saya tidak bisa menggunakan seluruh panca indera yang saya miliki untuk menangkap keberadaan diri saya sendiri. Dua bola mata saya tidak bisa saya gunakan untuk melihat wajah saya sendiri bukan? (tanpa bantuan cermin dan buku)
Energi bukanlah tuhan dalam dogma teori fisika....
Tuhan harusnya lebih dari itu...
Teori fisika yang lain menyebutkan bahwa segalanya berawal dari Hampa. Bukankah ini bertentangan dengan teori energi. Jika segalanya berawal dari hampa lalu bagaimana energi bisa ada. Disamping itu, tubuh makhluk hidup memiliki kemampuan khusus untuk menciptakan energi di dalam tubuh mereka sendiri (teori Biologi). Ini bertentangan (lagi-lagi) dengan teori fisika.
Lagi pula saya tidak mau menyembah ENERGI PEGAS.
Dan karena itu lah saya juga berpendapat (Sama dengan bang albert) 'Dunia itu relatif'.
Dunia adalah semua hal yang ada di kepala mu..
Apapun itu..
Bagaimana pun kau memikirkannya...
Yang jelas bagi saya pribadi dunia adalah sebuah kesalahan dalam penciptaan. Dunia ada dan diciptakan tanpa defenisi yang konsisten. Sehingga ini memancing manusia-manusia (yang pura-puranya cerdas) memaknainya dengan pandangan-pandangan menyesatkan. Akal manusia pun secara ajaib menghancurkan dunia, bukan hanya maknanya saja tapi benar-benar semuanya.
Sadar atau tidak berdiam diri pun membuat kita menjadi bagian terburuk dari ini semua. Tidak sedikit orang berdarah-darah dan bahkan tewas hanya untuk mengubah keadaan.
Maka jangan sampai kalian menjadi keberadaan random yang ditentang....
dan yang manakah dunia di dalam kepalamu...???