ead>

Just for Truth finder

Just for Truth finder
This blog had been conquered by Khilafah

Sunday, January 3, 2016

Anomali

Sebelum menulis ini saya benar-benar bingung selama beberapa hari..
Terlalu banyak ide membuat saya nyaris tersesat, sedikit celah di luar sana menunggu untuk dilalui.
saya masih belum tahu harus mulai dari mana.
Tulisan ini membantu saya lepas dari frustasi...





Orang-orang kebanyakan tertarik pada hal-hal yang jauh dari keadaan nyata. Dalam hal "Keberadaan" orang-orang lebih tertarik pada pemikiran usang seputar 'Kebanggaan', 'Imortalitas', dan hal-hal lain yang lebih menggambarkan harapan imajinatif seseorang ketimbang keadaan nyata. Lebih jauh lagi, banyak yang rela menghabiskan waktu hampir seumur hidup menggali informasi hanya untuk menemukan --meski pun mereka sudah tahu-- ilusi moral dan peniupuan nyata meskipun keduanya masih dapat di anggap wajar untuk diterima.

Sedikit sekali yang terdorong menggali keadaan nyata tentang "bagaimana keberadaan itu ada?", siapa yang bertanggung jawab ?" dan tentu saja apakah keberadaan itu (manusia dan peradaban) pantas dan sepadan dengan apapun yang mengikutinya?. Sepanjang catatan sejarah, kependudukan manusia di bumi hanya menghasilkan feses (tai); kehancuran dan hasrat radikal untuk memiliki; juga tetesan-tetesan darah.

Mereka yang pada awalnya mengakui diri berharga mengakhikri hidupdengan satu pengetahuan baru. Hidup selama bertahun-tahun hampir sia-sia. Lahir, bahagia, tertawa dan hal-hal lain yang menjadi kebiasaan positif hanyalah 'nilai-nilai' kehidupan semata. Kebenaranlah yang menjadikannya berharga. Sensasi pemanis yang bersifat sementara dan candu semata, dan saat sensai itu lenyap hanya butuh satu senyuman dan sensasi itu ada lagi untuk 5 menit. Kebenaran tersembunyi di balik sensasi itu. kebenaran yang harus saya (penulis) temukan untuk menyempurnakan apa yang saya miliki saat ini. Kebenaranlah yang menjadikan kita berharga.

belasan ide dalam bentuk beragam penjelasan dan ratusan ribu kata menggambarkannya mempersempit ruang didalam kepala saya belakangan ini. Semua hal tampak sangat asing dan membingungkan. Meskipun pada kenyataannya kepala manusia kebal terahadap kerusakan akibat beban fikir yang berlebihan, tetap saja ini semua menyakitkan. jenis rasa sakit yang hanya bisa dialihkan dan tidak akan bisa dilenyapkan. Hanya ini cara yang saya tahu agar ide tetap abadi....

Difikirkan...
Diyakini...
Diterapkan...

Tidakkah ada dari kalian yang memikirkan...
Kita..
Ide...
atau seluruh jagad raya...
Yang mana yang anomali???
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment