ead>

Just for Truth finder

Just for Truth finder
This blog had been conquered by Khilafah

Friday, August 14, 2020

Orang-orang gila

Sudah cukup lama tidak menulis di blog ini. Blog ku memang hanya yang satu ini, kepala yang isinya masih berguna juga hanya satu. Itu pun belakangan sulit mendapatkan ide sinting seperti yang sebelum-sebelumnya. 

Ada banyak hal yang terjadi belakangan ini. Hal-hal gila yang menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa bumi (planet paling bebas di semesta raya) mayoritas dihuni oleh orang-orang gila. Society mainstream yang menyepakati ke-tidak waras-an sebagai hal wajar dalam tatanan hidup mereka. Ini semua ku amati sejak blog ini masih dalam bentuk protein di dalam kepala ku. Mungkin inilah yang menyadarkan ku bahwa menjadi sinting di tengah masyarakat mainstream tidak seburuk yang ditakuti orang-orang normal. Perjalanan akal yang ku mulai dengan satu kejadian saat usia ku belasan. 

Yang satu angkatan umur dengan ku seharusnya paham.

Sekolah menengah pertama adalah 'kebun binatang' tempat ku dijemur sampai kering dibawah terik matahari, sampai matahari di atas kepala hormat bendera selepas bolos di hari senin, separuh laki-laki di kelas berjemur setelah memeriahkan suasana memecahkan kaca jendela, memprovokasi yang seangkatan mengeroyok penyusup yang memukul guru bahasa. Dan sekian banyak cerita hingga kami lulus uji nyali sebelum memulai masa 'dewasa'. Semua tempaan itu yang membuat ku paham, pendidikan bukan membentuk akal tapi menyempurnakan pribadi. Sayangnya, justru dimasa itulah kejadian kecil selalu berulang. Kami laki-laki pelajar yang kebetulan muslim bahkan pernah mengajukan protes. Celana seragam untuk laki-laki justru terlalu pendek dan tidak menutupi batas aurat alias di atas lutut. Jawaban guru agama saat itulah yang menunjukkan pada ku, betapa sintingnya penghuni bumi. "Itu aturan agama nak... Selama di sekolah ikuti aturan sekolah" katanya. Bahkan semua pelajar laki-laki yang menunjukkan protes dengan celana melewati lutut justru diguntingnya. Belum lagi anak-anak perempuan yang uang jajannya jauh lebih banyak dari anak laki-laki. Uangnya habis hanya untuk membeli pakaian mahal yang mempertontonkan lebih dari 60 persen kulitnya sendiri. Untuk dipake hangout katanya. Padahal ya... Mereka muslimah...

Syukurlah jaman ku adalah yang terakhir. Adik-adik penerus tidak mengalaminya, jangan sampai...

Berangkat dari hal kecil itu ku amati dunia. Berinteraksi dengan beragam warna kepribadian penghuninya. Membidik dari jauh hanya untuk melihat dan mengamati interaksi antar jiwa. Bumi ini benar-benar menderita. Sangat kesakitan. Digerogoti oleh masyarakat mainstream dengan kesepakatannya yang sinting.

Benar kata babang Albert Einstine yang menyederhanakan teori atom dan meninggalkan jejak teori fotoelektris, pembelokan cahaya beserta buktinya setelah perang dunia kedua, bahkan pernah di tawari jabatan presiden pertama israel tapi ditepis dengan sarkasme khas sains "politik itu hanya seputar dunia, ilmu pengetahuan dan imajinasi itu melampaui alam semesta". Beliau pernah membuat pernyataan yang ku buktikan sendiri "orang-orang waras di dunia yang menyedihkan yang di penuhi mayoritas orang-orang sinting. Adalah yang paling sinting di tengah-tengah mereka.". Atau jika ku sederhanakan, mereka yang berseberangan dengan nilai-nilai wajar yang di sepakati tanpa mempertimbangkan kewarasan dan akal budi. Belum tentu mereka gila, bisa jadi merekalah yang paling waras.

Ini tulisan ku....
Jika tak suka ludahi saja...
Atau hina...
Dengan bahasa binatang kalau perlu...

Apapun itu..
Bukan urusan ku..
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment