ead>

Just for Truth finder

Just for Truth finder
This blog had been conquered by Khilafah

Saturday, May 27, 2017

Tikai di meja Petaruh

Kartu-kartu di edarkan..
keping taruhan di gadaikan..
Setiap peluang jadi rebutan..
Bawa pulang petaka kemenangan....




Setelah sekian lama penulis ragu harus menulis apa, hari-hari informasi beredar dari yang palsu hingga yang seolah-olah benar. Hampir mustahil melihat perbedaan tipis di antara semua kata yang terbit di jagad Maya. Dan hampir mustahil menemukan berita baik tentang arah mana bahtera peradaban ini menuju. Penulis memutuskan berhenti sejenak dan mulai menulis sendiri. Pemahaman bukan hanya milik media....

Skenario demi skenario di gulirkan, mulai dari tuduhan radikalisme pemahaman (yang kini terbendung barisan cerdas perlawanan) hingga tuduhan terorisme. Hanya orang gila saja yang tidak sadar bahwa agenda tahunan drama terorisme itu di tayangkan media meriahkan Ramadhan. Belum lagi skenario tuduhan-tuduhan yang entah bagaimana tuduhan itu di pertanggung jawabkan, dilayangkan baik untuk menjerat indifidu tertentu sampai golongan mulai jadi sasaran. Kemanapun ujung pangkalnya skenario ini tidak akan se-mainstream sinetron alias opera sabun. Tidak ada akhir bahagia untuk siapapun, yang ada hanya 'To Be Continued' yang memaksa penikmat hiburan basi untuk tetap terpaku delusi monitor media. Dan tahun depan skenario edisi baru pun terbit, dengan alur yang sama persis. Tidak adakah diantara penonton yang bosan...


Penyimak dan pengamat informasi sibuk memaku pandangan kearah detail skenario. Teralihkan dari kenyataan sejati. Bahwa skenario itu bergulir untuk menutupi realitas asli dari kehidupan dan perjuangan setiap karakter yang mendapatkan peran di dalamnya. Selalu ada yang lupa tentang KEHENDAK mana yang menggulirkan kejahatan demi kejahatan ter-skenario ini. Cita-cita luhur akan masadepan peradaban yang lebih baik dan lebih memanusiakan manusia dianggap penipuan, bagaimana bisa menipu seseorang dengan tujuan yang baik. Tak jarang yang melontarkan kata kasar dan sebutan GILA bagi siapapun yang mencoba menyebarkan kebenaran, pemikir bisa saja mati tapi pemikiran itu abadi hingga tidak ada lagi yang berfikir. Adegan baru dan tuduhan baru di abad baru ini juga sama celakanya. Bagaimana bisa menghentikan kebenaran disaat kebenaran itu mengamuk di setiap kepala manusia yang masih hidup. Kebenaran mungkin bisa di simpan, dan untuk selamanya mustahil di musnahkan.

Maka demi setiap air ludah yang tercurah dari mulut para penghujat...
Kebenaran itu menang sebesar apapun petaka jadi ancaman...

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment