Demokrasi tidak mungkin menghapusnya....
أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَـٰهِلِينَ
بسم الله الرحمان الرحيم
لا عزة إلا بالإسلام
لا إسلام إلى بالشريا ئه
لا شريعةً إلا بادّولةٌٌ الخلفة ألا منهاج انّبوّة
الحمد لالله لذي ارسلا رسوله بالحدا ودينل حق ليذهيرهو ألدّين كلّهي ولو كرحل مشركوْن ولو كرحل منافقٌ ولو كرحل كافروْن وكفا بالالله شهيداً
أشحد عن لا اله إلّا انتا سبحانك لا الم لنا إلّا ما الّمتنا ,انك انتا الأليمٌ الحكيمٌ ,فقنا عذاب النار
وأشحد أنّ محمداً عبدهو ,ورسوله و ,ولا نبي بعد
بسم الله الرحمان الرحيم
لا عزة إلا بالإسلام
لا إسلام إلى بالشريا ئه
لا شريعةً إلا بادّولةٌٌ الخلفة ألا منهاج انّبوّة
الحمد لالله لذي ارسلا رسوله بالحدا ودينل حق ليذهيرهو ألدّين كلّهي ولو كرحل مشركوْن ولو كرحل منافقٌ ولو كرحل كافروْن وكفا بالالله شهيداً
أشحد عن لا اله إلّا انتا سبحانك لا الم لنا إلّا ما الّمتنا ,انك انتا الأليمٌ الحكيمٌ ,فقنا عذاب النار
وأشحد أنّ محمداً عبدهو ,ورسوله و ,ولا نبي بعد
Telah dikabarkan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an dalam surah Al Furqaan (25) ayat 4 sebagai mana berikut :
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا
"Dan orang-orang kafir berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh-nya (Muhammad SAW) dan dia dibantu oleh kaum yang lain"; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar."
Berkaitan atau tidak Allah SWT telah mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini. Dan bahwa mereka yang mencintai apa yang mereka imani tidak akan tinggal diam.
Apapun yang di katakan oleh beliau yang tidak akan saya sebutkan namanya di sini. Telah dengan sangat jelas menggulirkan opini yang membahayakan keimanan orang-orang mukmin dalam memahami Perintah-perintah Allah SWT dalam Al Qur'an. Bahwa seseorang atau siapapun telah menjadikan Al Qur'an sebagai alat untuk membohongi orang banyak, itu sama atau senada dengan kalimat lain bahwa Al Qur'an adalah kebohongan. Mukmin mana yang tidak sakit hatinya mendengar Perintah Allah SWT dihina seperti ini.
Dan ketika suara-suara penuntut atas keadilan ini meminta pertanggung jawaban dari pemangku-pemangku kepentingan. Bahwa, apa yang terjadi dengan sangat jelas telah melukai penduduk terbanyak negeri ini. Sekaligus juga untuk membuktikan bagaimana mereka akan bersikap atas ketidak-adilan ini. Seperti yang telah tertuang dalam perintah Allah SWT di surah yunus (10) ayat 14 :
ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِنْ بَعْدِهِمْ لِنَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
"Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (kepemimpinan yang sebelumnya) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat."
Dua kali mereka di datangi, lebih tepatnya tanggal 14 oktober pada aksi damai I dan tanggal 4 November pada aksi damai II namun tidak juga ada tanggapan yang serius. Seolah suara-suara penuntut keadilan itu hanya pengganggu bagi mereka. Sikap pemangku-pemangku kebijakan di negeri ini pun telah di kenali oleh Allah SWT dan tertuang dengan sangat jelas di bahagian lain dari Al Qur'an. Surah Hud (11) ayat 4 dan 5 menunjukkannya dengan sangat jelas.
إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
أَلَا إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
"Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
Ketika ayat-Ayat Allah SWT di perdengarkan. Tidak sedikit orang-orang kafir (musuh-musuh Allah) itu mengolok-olok dan bahkan dengan lantang menuduhnya sebagai kebohongan, tipu daya, sihir, dan masih banyak lagi ujaran kebencian terhadapnya. Dan tidak sedikit dari kekasih-kekasih Allah SWT yang menyampaikannya mendapatkan hinaan termasuk tuduhan-tuduhan menyedihkan seperti pembohong, penipu, penyihir, tukang rusuh, jadul, dan masih banyak lagi yang lainnya. Orang-orang yang di harapkan kekuasaanya untuk mengangkat keadilan setinggi-tingginya justru berpaling. Entah atas kepentingan siapa munafik-munafik itu justru lari dari suara-suara penuntut keadilan.
Keras kepala mereka menghardik kekasih-kekasih Allah SWT, namun meleleh nyalinya saat kekuasaan Allah SWT memaksa mereka untuk bersikap adil. Tak ada hujan mereka basah berkeringat. Tak ada gempa gemetar lututnya. Tak ada yang mengejar mereka lari. Maka biarlah Allah Hakim yang paling adil yang membantingkan palu hukum atas semua ini. Dan cukuplah perintah Allah SWT yang menjadi sikap kami dan menjadi petunjuk satu-satunya bagi kami dalam kehidupan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui."
Al Maidah (5) ayat 54
-------------------------------------
Terimakasih Banyak penulis haturkan untuk siapa saja yang masih memegang erat perintah Allah SWT dengan semua usaha dan upaya. Tanpa kalian dan tanpa semua yang kalian lakukan Islam mungkin akan ditenggelamkan oleh pengecut-pengecut munafik. Lebih baik jasad di bungkus kafan jika itu menjadi resiko menegakkan nama Allah setinggi-tingginya, lebih luas lahan kubur dari istana megah jika itu hanya kemewahan semu atas diamnya kebenaran di kepala.