Dunia adalah suatu tempat yang dapat di isi. Dunia adalah arah, yang di jalani untuk suatu tujuan atau pun di saat tersesat. Dunia adalah kondisi yang membuat mu nyaman, aman, di cintai, ketakutan, tertipu, membenci atau di benci. Masih banyak sensasi lainnya yang membuat mu percaya bahwa begitulah seharusnya dunia bergerak. Sebuah pengakuan menyesatkan tentang apa yang kita inginkan saja, bukan kebenaran yang seharusnya. Dunia juga adalah garis batas yang kadang jelas dan kadang abstrak. Memisahkan aku, dia, mereka, kita, kalian. Demi sempitnya perbedaan berfikir makhluk paling cerdas di planet bebas sekaligus puncak teratas dari rantai kehancuran semesta dengan sengaja saling memisahkan diri hanya karna yang lainnya meskipun dari jenis organisme yang sama namun berdiri di luar garis perbedaan, 'yang lain' bukanlah bagian dari dunia. Atau setidaknya 'kalian' tidak sama dengan 'kami' ataupun 'kita', sebuah sugesti sesat yang bertanggung jawab penuh atas hilangnya 'manusia' di tengah adab semesta. Dunia, hanyalah satu kata dari sekian banyak kata di dalam kamus dan sastra....
Pemikir-pemikir cerdas bertahun-tahun memutuskan dan menyepakati kata-kata yang di antara mereka sangat relatif untuk di definisikan. Dan setiap pemikir memiliki pikirannya sendiri, kebiasaannya sendiri, bahasanya sendiri, keyakinannya sendiri. Makna dapat di atur sesuai kepentingan. Maka yang manakah dunia ?
Dan setiap pemikir selalu mewariskan jalan berfikir yang di tempuhnya bahwa pemikiran pada dasarnya bernilai benar. dan kebenaran yang layak di percaya itu tergantung pemikirnya sendiri. Mulailah berfikir, carilah pertanyaan di dalam fikiranmu sendiri, jawablah pertanyaan yang kau temui, dan putuskanlah kebenaran mana yang akan kau yakini. Bahagian tersulitnya tentu saja, Kebenaran itu sendiri...
Maka di manakah Dunia?
Sebuah bingkai besar di pajang dan dipaku di tembok. Jendela-jendela baru saja di sempurnakan dengan kaca yang bersih berkilauan. Arsitek, Seniman, Astronom, Dokter Bedah. Seiap pemikir akan memiliki pandangan yang berbeda tentang yang mana yang seharusnya di yakini sebagai 'dunia'. Seorang arsitek mungkin akan berfikir ukiran pada bingkai dan polosnya cat tembok adalah dunia baginya. Seniman akan berfikir setiap torehan cat dan kuas di atas kanvas itu lebih dari sekedar perasaan dan gundah. Astronom maupun kosmonot mungkin lebih suka memecahkan kaca jendela untuk mendapatkan pandangan yang lebih nyata. Dan dokter bedah mungkin tidak ambil pusing, selama pemilik rumah tidak perlu mesin pacu jantung yang baru. Sementara bagi penulis sendiri, Dunia adalah misteri di antara setiap karakter di permukaan keyboard. Bagi pembaca mungking segelas kopi hangat sudah cukup...
Ketuk demi ketuk...
Tombol-tombol keyboard masih berfungsi dengan baik, sebagai mana monitor menampilkan persis sama dengan karakter yang di panggil. Kesalahan demi kesalahan di koreksi. Edit dan hapus. Tagihan listrik....
Fikiran, perasaan, rutinitas...
bosan........
Dunia?
- - - - - - - -
- - - - - - - -
Sudah banyak yang menyerah untuk mencari. Sudah banyak yang jatuh di tengah jalan saat berlari dan tidak pernah bangun lagi dan pura-pura mati. Sudah banyak yang menyombongkan diri padahal di tangannya hanya ada segenggam kotoran 'taik' yang di tukar dengan harga diri. Tidak sedikit yang mengumbar tipu dengan sedikit upaya yang di paksakan, menggombal mereka yang masih mencari. Sementara itu, penulis mengambil tempat di satu sudut dan berusaha memastikan apakah jawaban yang benar masih menunggu di ujung jalan?
Seluruh perjalanan yang melelahkan ini mempertontonkan banyak hal. Yang menghibur, memalukan, membahagiakan, menyedihkan. Dunia?
Dunia, hanyalah bola biru yang melayang di tengah hampa di antara gelap dan terang. Menuju satu arah yang entah di mana ujungnya, melintasi suatu garis tetap yang tidak terlihat. Dalam arah yang buta dunia beredar begitu saja. Seolah ingatan itu jauh dari lupa. Dunia juga sensasi yang tak berwujud dan tanpa batasan yang jelas. Mengenali semua bentuk perasaan, yang wajar dan yang tidak wajar. Dunia hanya butuh pengakuan sebelum definisi....