a reading that is not simple, irregular, and non formal .. against the flow of universal ideas, writing clumps which reflect the author's personality .. rigor read is required before confirming the truth of an idea in it..
Wednesday, December 6, 2017
Anjing
Bersukurlah kau bukan anjing..
Yang hanya kenal gigit dan cakar sebagai ekspresi.
Gonggongan, raungan goyangan ekor dan bau jadi media komunikasi.
Jilatan dan endusan jadi bagian tak terpisahkan dari naluri asli.
Bersukurlah watak mu bukan anjing.
Bersukurlah binatang-binatang anjing..
Yang hidup sebatas naluri.
Makan atau mati.
Jadi anjing bukan pilihan hati.
Setidaknya, tak jadi orang namun tak manusiawi.
Cukup bahagia anjing jadi anjing...
Tak perlu malu dengan orang tapi....
Anjing....
Terserah kalian suka atau tidak dengan tulisan ini.
Anjing pun tak perduli.
Cukup lihat diri sendiri, juga kanan kiri.
Berapa banyak ‘anjing’ yang menggonggong dalam gertakan,
hanya karna tak mampu bertahan dalam kebenaran.
Berapa banyak yang jadi ‘hewan’,
menyerang agresif dengan gigitan dan cakaran.
Hanya karna tak mampu menerima kenyataan.
Tak mampu melawan kecerdasan, gigit dan cakar jadi andalan.
Masa bodoh apa kata mu....
Anjing pun tak perduli...
Ini cara ku menulis isi kepala ku...
Karena Anjing pun tak perduli.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
